Village Empowerment

PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERKEBUNAN

Strawberry workshop husna persada

Perekonomian pasca gempa mengalami gangguan dan banyak sektor utama yang terhenti, misalnya sektor pariwisata pendakian gunung rinjani, wisata pemandangan bukit-bukit nan indah serta wisata kebun. Berkurangnya kunjungan wisatawan secara drastis membuat produk-produk hasil bumi maupun makanan olahannya tidak terserap pasar dan terancam membusuk.

Husna Persada, melalui mediasi dari team ILUNI UI mengadakan pelatihan mengolah stroberi menjadi produk yang bisa disimpan lebih lama dan membantu mencarikan channel penjualannya. Salah satunya adalah pengolahan buah stroberi yang tumbuh di dataran tinggi Sembalun menjadi selai stroberi. Tidak main-main, selai stroberi ini dibuat dengan British premium style dimana hanya dipilih stroberi yang telah matang dan manis, hanya menggunakan bahan-bahan alami tanpa dicampur bahan-bahan buatan seperti pengawet, pewarna dan pengental buatan.

Husna Persada sedang melakukan riset pengembangan produk-produk yang dapat dihasilkan dari hasil bumi yang lain seperti buah bit, wortel serta kentang.

KONSEP WISATA STROBERI SEMBALUN

Sembalun yang terletak di Lombok Timur merupakan dataran tinggi yang sangat cantik dengan bukit-bukitnya yang bergurat-gurat berbaris dengan gagah sekeliling mata memandang. Wajar saja Sembalun memenangi World Best Honeymoon Destination di International Halal Tourism di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, mengalahkan negara-negara lain yang telah malang melintang di dunia halal tourism seperti Malaysia dan Turki.

Untuk mengembangkan Sembalun menjadi tujuan wisata yang berstandar internasional dengan berbagai fasilitas dan atraksinya, Husna Persada menyajikan konsep wisata stroberi yang comprehensive dan sustainable. Warga pemilik lahan antusias mendengarkan dan tertarik untuk mewujudkan ide-ide yang disampaikan.

Sembalun husna persada
Wisata Strawberry husna persada

PROGRAM BIOPORI MENGATASI KEKERINGAN LAHAN

Biopori husna persada

Sering kami jumpai daerah perkebunan mengalami kekeringan di saat kemarau. Kondisi ini diperparah dengan belum ada sistem pembuangan sampah. Husna Persada menyarankan program biopori dan sumur resapan agar air dari musim hujan tersimpan menjadi air tanah yang dapat dimanfaatkan ketika kemarau. Lubang biopori pun dapat dimanfaatkan untuk pembuangan sampah organik yang dalam beberapa waktu kemudian sampah itu akan menjadi kompos pupuk tanaman.